2 KUARTAL AWAL 2020 MENGALAMI KONSTRAKSI. MENUJU RESESI EKONOMI, INILAH LANGKAH TEPAT YANG HARUS DILAKUKAN PEMERINTAH
Oleh : Gerry Hukubun.SE
Pengamat ekonomi, politik Dan diplomasi luar negeri
Seperti prediksi Dan tulisan Saya di bulan maret bahwa perkiraan Saya, Indonesia masih Akan mengalami pertumbuhan ekonomi minus di kuartal II.
seperti yang kita ketahui bahwa di kuartal I kita mengalami pertumbuhan minus 2.97℅ Dan di kuartal II mengalami konstraksi 5.32℅.
kontraksi sebesar 5,32% itu merupakan yang terendah sejak triwulan I tahun 1999. Ketika itu, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 6,13%
sebagian besar sektor mengalami pertumbuhan negatif. Beberapa yang masih positif antara lain informasi dan komunikasi, jasa keuangan, pertanian, real estate, jasa pendidikan, jasa kesehatan, dan pengadaan air
Seperti yang kita ketahui bahwa Dalam ekonomi makro, resesi atau kemerosotan adalah kondisi ketika produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. Resesi dapat mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan. Yang artinya dengan 2 kali mengalami pertumbuhan ekonomi minus dalam 2 kuartal pertama tahun 2020, maka kita sudah berada di dalam ambang resesi ekonomi
Pemerintah sudah mengambil langkah antisipasi dengan berencana memberikan bantuan atau stimulus bagi karyawan swasta sebesar Rp 600.000 di tengah pandemi.
Rencananya bantuan tersebut akan diberikan kepada karyawan yang bergaji di bawah Rp 5 juta.
Itu adalah langkah yang menurut Saya sangat bagus. Namun lebih dari itu saran Saya pemerintah harus memberikan banyak kemudahan dalam beberapa industrial seperti informasi dan komunikasi, jasa keuangan, pertanian, real estate, jasa pendidikan, jasa kesehatan, dan pengadaan air yang masih mengalami pertumbuhan positif
Terutama dari ijin-ijin maupun kemudahan lainnya. Sehingga membantu mengatasi melemahnya konsumsi masyarakat.
Jika semua langkah ini diambil, Saya yakin di kuartal III, konstraksi pertumbuhan ekonomi Akan semakin menurun walaupun masih berada minus.
Namun jika upaya pemerintah ini tidak berjalan secara optimal, maka tidak mustahil pertumbuhan ekonomi di kuartal III Akan mengalami konstraksi lebih parah lagi. Dan dampak utama dari resesi ekonomi setelah pertumbuhan ekonomi yang minus adalah keamanan national yang akan terganggu. Apalagi banyak pihak-pihak oposisi dan barisan sakit hati yang sudah menunggu kondisi ini agar bermain Dan menggoreng isu tersebut untuk menyalahkan pemerintah terutama menyalahkan pak presiden Jokowi. Dan ujung-ujungnya Akan meminta presiden Jokowi mundur karena di anggap yang paling bertanggungjawab
Komentar
Posting Komentar